INSTITUSI YANG TERGABUNG & PENANGGUNG JAWAB

Sejak bulan Januari 2000, Law and Finance Institutional Partnership (LFIP) beranggotakan PPS-FHUI (UI), University of South Carolina (USC) dan Bursa Efek Jakarta (BEJ). Terhitung sejak bulan Juli 2002 keanggotaan LFIP bartambah dengan mengikutsertakan Program Hukum Bisnis dan Kenegaraan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM) dan anggota baru dari luar negeri Asian Law Program University of Washighton di Seattle (UW), Asian Law Centre University of Melbourne, Australia (UniMelb), the Centre for Asia Pacific Initiatives University of Victoria, Canada (UVic) dan Lehrstuhl II of the Kriminalwissenschaftliches Institut University of Cologne, Jerman (UniKoeln). Universitas Sumatera Utara, Medan (USU), Univertas Diponegoro, Semarang (UNDIP) dan Universitas Airlangga, Surabaya (UNAIR) ikut serta dalam program yg diselenggarakan LFIP umumnya sebagai penerima materi pendidikan jarak jauh dan hubungan melalui video conference tanpa memiliki peranan dalam manajemen.

University of South Carolina. USC didirikan pada tahun 1802 dan merupakan pedoman system untuk universitas riset di Amerika Serikat dengan jumlah siswa sekitar 24.000 orang siswa. Memiliki misi untuk menjalankan pendidikan, melaksanakan riset dan memberikan beasiswa untuk semua disiplin ilmu. USC memiliki program yang lengkap untuk diploma, sarjana, dan pendidikan professional, termasuk sumber-sumber yang memadai di bidang hukum, bisnis, ilmu kelautan dan lingkungan serta manajemen sumber daya alam. Institusi kampus juga mengikut sertakan National Advocacy Center (DOJ NAC, http://www.usdoj.gov/usao/eousa/ole.html), fasilitas pelatihan nasional pendidikan untuk sekolah pengacara Departemen Kehakiman Amerika Serikat (US Department of Justice Office of Legal Education) yang juga menyelenggarakan kursus yang dijalankan oleh National College of District Attorneys (NCDA, http://www.law.sc.edu/ncda/index.htm), asosiasi pelatihan nasional untuk pengacara negeri. NCDA sendiri sekarang berpusat di USC school of Law (http://www.law.sc.edu), sedangkan DOJ NAC memiliki perjanjian ko-operatif dengan USC school of Law untuk penggunaan bersama fasilitas dan fakultas tertentu.

Program ilmu kelautan USC termasuk Belle W, Baruch Institute for Marine Biology & Coastal Research (http://www.baruch.sc.edu), memiliki staff yang bekerja di bidang manajemen perikanan dan kelautan dalam hal topologi kelautan yang mana mencerminkan Indonesia yang terdiri dari kepulauan. Sekolah Lingkungan hidup USC atau USC School of the Environment (http://www.environ.sc.edu) adalah merupakan unit akademi universitas yang luas yang terdiri dari sekitar 150 fakultas, terutama fakultas yang berhubungan dengan ilmu alam tetapi juga memasukkan bidang-bidang lain seperti hukum, ekonomi dan ilmu sosial lainnya. USC School of Business (http://darlamoore.badm.sc.edu) sering kali ikut serta menyelenggarakan pendidikan bisnis internasional dan secara teratur temasuk dalam dua besar peringkat program bisnis internasional di Amerika Serikat. Sekolah ini menjalankan sejumlah program bersama dan luar negeri dengan sekolah-sekolah bisnis lainnya, dan menerima siswa asing sebagai bagian dari program reguler bisnis internasional. USC School of Law merupakan kontak utama LFIP, namun unit USC lainnya dapat juga berpartisipasi dalam kegiatan individual.

Penanggung jawab di USC

 

Bursa Efek Jakarta (BEJ). BEJ pertama didirikan di Jakarta dan beroperasi sejak awal tahun 1900-an hingga akhir tahun 1950-an. Bursa saham yang didirikan pada masa kolonial ini dihentikan kegiatannya pada masa Orde Lama, namun kemudian didirikan lagi pada tahun 1970-an di bawah pengawasan langsung Bapepam sebagai Otorita Pengaturan Pasar Modal. Sebagaimana termasuk dalam deregulasi dan rencana liberalisasi sektor keuangan, pada tahun 1992 BEJ tidak lagi termasuk dalam bagian pemerintah, menjadi SRO.

Penanggung jawab di BEJ

 

Universitas Indonesia. Universitas Indonesia (http://www.ui.ac.id) di Jakarta didirikan pada tahun 1947 dan merupakan kapal induk institusi pendidikan Indonesia, terutama di bidang hukum. UI memiliki 11 fakultas ditambah program pasca sarjana, dengan lebih dari 2.500 anggota fakultas dan 28.000 mahasiswa. Sebagai universitas negeri UI berada di bawah yuridiksi Menteri Pendidikan, namun dibuat khusus untuk menjadi salah satu dari empat universitas Indonesia yang memiliki otonomi bebas. Berdasarkan rencana pengembangan jangka panjangnya, UI bertujuan untuk menjadi universitas riset dengan standar internasional.

Sebelum tahun 2000, Program Pasca Sarjana UI memiliki divisi-divisi: Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Ilmu Kesehatan, Seni dan Humanitarian (termasuk Hukum), Ilmu Sosial, Ekonomi, Teknik Informatika, Teknik dan program antar cabang ilmu pengetahuan lainnya. Kemudian, sebagai bagian dari reorganisasi universitas yang lebih luas, unit-unit substantif Program Pasca Sarjana dimerger ke dalam fakultas substantif sehingga Program Pasca Sarjana Hukum UI menjadi Program Pasca Sarjana FH - UI (PPS FH-UI). Keikutsertaan UI di dalam partnership ini adalah lewat Program Pasca Sarjana Legal Studies yang dibuka pada tahun 1981 dengan empat bidang studi (hukum ekonomi, hukum konstitusional, hukum Islam dan hukum kriminologi), ditambah dengan Lembaga Studi Hukum dan Ekonomi (http://www.lshe.org) sebagai institut riset yang berlokasi di FH-UI S-1 Kampus Depok, namun juga memiliki personel tetap dengan PPS FH-UI Salemba.

Penanggung jawab di UI

 

Universitas Gadjah Mada University. Universitas Gadjah Mada (http://www.ugm.ac.id) di Yogyakarta berdiri tahun 1949 dan tetap merupakan kapal induk institusi pendidikan di Indonesia. UGM memiliki 18 fakultas ditambah dengan Program Pasca Sarjana, dengan lebih dari 2.340 anggota fakultas dan 39.000 mahasiswa. Sebagai universitas negeri UGM berada di bawah yuridiksi Menteri Pendidikan, namun dipersiapkan khusus untuk menjadi satu dari empat universitas Indonesia yang memiliki kebebasan otonomi di masa yang akan dating. Berdasarkan rencana jangka panjangnya, UGM bertujuan untuk menjadi universitas riset dengan standar internasional.

Program Pasca Sarjana UGM masih mengikuti bentuk lama dari organisasi universitas di Indonesia di mana Program Pasca Sarjana adalah merupakan program universitas secara luas dalam bidang hukum atau Program Pasca Sarjana UGM Bidang Hukum. Program Pasca Sarjana UGM lebih jauh lagi dikembangkan ke dalam sub divisi program S-2 dan S-3, di mana pada program S-2 terdapat subdivisi program regular yang lebih kecil atau program harian yang berlokasi di kampus utama di Yogyakarta dan Hukum Bisnis dan Kenegaraan (UGM PHBK), sama seperti program S-2 hukum ekonomi UI, hanya di UGM program-program tersebut dikembangkan bekerja sama dengan universitas-universitas daerah tertentu. UGM ikut serta dalam program partnership ini melalui PHBK.

Penanggung jawab di UGM

 

Universitas Sumatera Utara (USU) merupakan universitas negeri yang terletak di Medan yang merupakan pusat perdagangan dan politik di Sumatera Utara (http://www.usu.ac.id). USU didirikan tahun 1961 dan sekarang ini memiliki sepuluh fakultas dan lebih dari 1.600 orang staf akedemik yang bekerja untuk membantu lebih dari 23.600 mahasiswa. Fakultas Hukum USU memiliki 130 orang anggota fakultas yang mengajar kurang lebih 1.784 mahasiswa (1.478 di program S-1 program, 262 di program S-2 dan 44 di program S-3).

USU berkeinginan untuk menjadi salah satu universitas Indonesia yang diberikan status ekonomi, dan kepemimpinan senior di universitasas mulai dari rektor hingga tingkat dekan ikut serta secara aktif dalam tingkat daerah dalam menjalankan konsep inovasi pendidikan. USU telah menjalankan visi sebagai universitas pelatihan tenaga kerja untuk industri di Sumatra Utara, yang bertujuan untuk membedakannya dengan universitas lainnya di Indoesia seperti UI dan UGM yang berniat untuk menjadi universitas riset yang dapat bersaing di tingkat internasional. USU berperan serta sebagai penerima materi dari program yang dijalankan LFIP.

Penanggung jawab di USU

 

Universitas Diponegoro. Universitas Diponegoro (UNDIP) adalah universitas negeri yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah (http://www.undip.ac.id). UNDIP berdiri tahun 1956 dan saat ini memiliki sepuluh fakultas dan lebih dari 1.750 orang staff akademik yang melayani lebih dari 25.000 orang mahasiswa. Fakultas UNDIP memiliki 134 anggota yang mengajar lebih dari 1.700 orang (1,462 mahasiswa program
S-1, 94 mahasiswa di program S-2, dan 25 mahasiswa program S-3), dengan program-program (S-2) di bidang hukum kriminologi (sekitar 34 mahasiswa) dan hukum ekonomi dan teknologi (sekitar 60 mahasiswa), ditambah dengan program hukum doktoral (S-3). UNDIP memiliki program notaris (kurang lebih 160 mahasiswa, yang terhitung sebagai S-2). Di Fakultas Hukum UNDIP juga terdapat Klinik Hak Kekayaan Intelektual (Intellectual Property Rights Clinic), yang berdiri di tahun 1999 yang mendapatkan sebagian bantuan dari pemerintah Jepang dan bantuan dari sektor swasta setempat (IP Clinic). IP Clinic juga memfokuskan diri pada pendidikan umum, namun, sebagaimana dapat dilihat dari nama yang disandangnya, juga melayani fungsi yang luas dalam usahanya untuk membantu industri di Jawa Tengah, baik tradisional ataupun modern, dalam memberikan pengertian dan dan mendapatkan manfaat dari meningkatnya usaha property. Berdasarkan fungsinya yang luas, IP Clinic memusatkan perhatian pada hal-hal yang bersifat praktis seperti pelatihan para pelukis yang memiliki hak paten untuk bekerja dengan industri Jawa Tengah daripada meninjau peran utamanya dalam hal melakukan riset.

UNDIP juga berkeinginan untuk menjadi salah satu dari empat universitas di Indonesia yang mendapatkan hak otonomi, dan sebagaimana kepemimpinan senior melalui tingkat dekan telah secara aktif merangkul konsep inovasi pendidikan dan masuk ke dalam komunitas/DPRD pada tingkat lokal. UNDIP berpartisipasi sebagai penerima materi program LFIP.

Penanggung jawab di UNDIP

 

University of Washington. University of Washington (UW) berdiri pada tahun 1861 dan merupakan salah satu dari universitas riset umum di Amerika dengan program yang memfokuskan pada diskusi masalah Asia. UW memiliki 16 sekolah utama dan akademi, dengan lebih dari 3.900 anggota fakultas dan 35.000 mahasiswa. University of Washington School of Law juga menyelenggarakan Asian Law Program (ALP, http://www.law.washington.edu/AsianLaw), yang didirikan tahun 1961, serta beberapa bangunan property pendidikan termasuk Center for Advanced Study and Research in Intellectual Property (CASRIP, http://www.law.washingon.edu/Casrip/), yang juga ikut serta dalam LFIP.

Penanggung jawab di UW

 

University of Melbourne. The University of Melbourne (UniMelb) didirikan pada tahun 1855 dan merupakan salah satu dari universitas riset di Australia dengan emphasis pada masalah Asia. UniMelb memiliki 12 fakultas ditambah dengan Program Pasca Sarjana, dengan jumlah anggota lebih dari 2.100 orang dan 34.000 mahasiswa. University of Melbourne Law School terdapat Asian Law Centre (ALC, http://www.law.unimelb.edu.au/alc), yang didirikan di tahun 1985.

Penanggung jawab di UniMelb

 

University of Victoria. University of Victoria, British Columbia (UVic), berdiri pada tahun 1903, merupakan salah satu dari universitas di Kanada yang memiliki sekitar 18.000 mahasiswa dengan sepuluh fakultas. Fakultas Hukum UVic menerima 396 mahasiswa, termasuk hukum Asia sebagai salah satu bidang yang ditekuni. Fasilitas riset UVic's termasuk universitas jarak jauh Centre for Asia-Pacific Initiatives (CAPI, http://www.capi.uvic.ca), baru-baru ini didirikan di Fakultas Hukum. Proyek yang dikerjakan CAPI tersebar di Asia, termasuk proyek-proyek signifikan yang sedang berlangsung di Asia Tenggara.

Penanggung jawab di UVic

 

University of Cologne (UniKoeln) berdiri pada tahun 1388 dan merupakan salah satu universitas umum ternama di Jerman dengan program-program yang mendalami masalah Asia. Unikoeln memiliki tujuh fakultas, lebih dari 260 institut dan klonik, dan merupakan universitas terbesar di Jerman dilihat dari jumlah mahasiswa yang mendaftar masuk dengan jumlah lebih dari 63.000 mahasiswa. Sumber-sumber Asia di Unikoeln termasuk Ostasiastisches Institut dan the Arbeitskreis Suedostasien of the Deutscher Gesellschaft fuer Geographie, meskipun sebagian besar permasalahan hukum Asia berpusat di masalah hukum China dan Jepang. Fakultas Hukum UniKoeln memiliki lebih dari 6.400 orang mahasiswa dan Kriminalwissenschaftlisches Institut di mana terdapat Lehrstuhl fuer Straf-und Strafprozessrecht II. Personel Kunci UniKoeln Professor Susanne Walther telah menjabat sebagai Ordinaria fuer Strafrecht, und Rechtsvergleichung Strafprozessrecht, pada University of Cologne, Jerman sejak tahun 2000. Professior Weather adalah seorang legal comparativist yang berpengalaman di bidang kriminal. Beliau menangani masalah hukum kriminal Amerika Serikat di Max-Planck-Institut fuer Auslanendisches und Internationales Strafrecht, Freiburg i. Br., Jerman sejak pada tahun 1987-2000.

Penanggung jawab di Koeln

 


HOME